Panduan Jalan jalan di West Kowloon, Hong Kong

Hong Kong Dwidayatour experience
Hong Kong memang memiliki daya tarik tersendiri bagi turis yang ingin liburan kesana. Salah satunya ialah kawasan West Kowloon, yang menjadi landmark budaya bagi Hong Kong. Banyak sekali destinasi wisata favorit yang bisa kamu kunjungi ketika liburan bersama keluarga maupun teman. Mulai dari tempat berbelanja, situs bersejarah, hingga wisata alam, semuanya menyenangkan. Nah, biar liburan kamu menjadi tak terlupakan, kami mau membagikan panduan perjalanan untuk 5 rute jalan kaki di West Kowloon, Hong Kong, dengan tema di bawah ini. Yuk kita mulai!
  1. Arsitektur Modern berpadu dengan Sejarah
  2. Kerajinan Tangan Warisan Budaya Lokal
  3. Seni dalam Panorama
  4. Berbagai bentuk Urban Art di West Kowloon
  5. Cita Rasa Lokal yang Lezat
1. Arsitektur Modern berpadu dengan SejarahDalam beberapa tahun terakhir, West Kowloon telah dikenal sebagai pusat seni terbaru Hong Kong, tetapi yang menarik ialah walaupun dikelilingi dengan kemewahan gedung pencakar langit, kawasan ini tetap menjadi salah satu lingkungan tertua di Hong Kong. Dalam rute ini kamu dapat melihat desain Art Deco, Victoria Gothic, Neoklasik, dan keajaiban arsitektur modern, semuanya dalam satu jalan santai.

Tepat di seberang jalan dari Teater Yau Ma Tei terletak Pasar Buah Yau Ma Tei yang luas dan ramai, yang lebih dikenal oleh orang Hong Kong sebagai Gwo Laan (grosir buah).

Tampilannya mungkin mirip dengan pasar-pasar lainnya, tetapi Gwo Laan secara historis merupakan bagian tak terpisah dari kehidupan masyarakat lokal sejak pertama kali dibangun pada 1913 untuk memasok produk segar ke warga sekitar. Menyusul pembukaan pasar-pasar lain pada 1960-an, Gwo Laan telah mempersempit fokus hanya pada buah-buahan.

Terdiri dari deretan bangunan batu bata dengan satu dan dua lantai yang dibangun bergaya Art Deco, Gwo Laan tidak pernah merubah gaya konstruksi khas tahun 1950-an dan 1960-an, yang sekarang jarang terlihat di tempat lain.

Di tengah-tengah toko peralatan dapur yang berjajar rapi di Shanghai Street, terdapat ketenangan yang tak terduga di Kuil Tin Hau, kompleks kuil terbesar yang didedikasikan untuk Dewa Laut bernama Tin Hau di Kowloon. Didirikan sekitar tahun 1865, ini awalnya adalah sebuah kuil kecil di daerah yang sekarang dikenal sebagai Pasar Kwun Chung.Terdiri dari lima bangunan yang berdekatan, kompleks kuil berfungsi sebagai tempat ibadah serta sekolah gratis hingga tahun 1955. Gaya arsitekturnya adalah dari dinasti Qing (1644–1911). Pada Juli 2020, sekolah tersebut direnovasi dan diperbarui menjadi toko buku.Masuklah lewat pintu masuk di Public Square Street dan perhatikan patung keramik Shiwan yang bersejarah dan Tembok Sembilan Naga. Berukiran relief dekoratif naga Tiongkok yang biasanya dijumpai di istana dan taman kerajaan Tiongkok. Pada hari ke-23 bulan ketiga kalender Lunar (biasanya Mei dalam kalender Masehi), Kuil Tin Hau menyelenggarakan Festival Tin Hau, sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu dewa paling populer di Hong Kong.
Beberapa bangunan tua yang tersisa di Hong Kong masih memiliki teras tertutup di lantai dasar dengan gaya ruko tua bisa ditemukan di 176-178 Shanghai Street. Dikenal secara lokal sebagai tong lau (唐樓) — secara harfiah berarti ‘bangunan Tiongkok- bangunan tersebut terutama dihuni oleh pedagang Tiongkok pada masa itu.Sebuah tanda besar di atas gedung bertuliskan angka ‘1940’, tahun pembangunannya, meskipun bangunan rumah petak empat lantai itu telah direnovasi.
Seni dan arsitektur yang spektakuler dapat ditemukan di tempat-tempat yang paling tidak terduga, dan Stasiun Hong Kong West Kowloon Station adalah salah satunya. Menampilkan struktur kolosal dengan siluet ramping, stasiun ini dibangun menggunakan 8.000 ton baja dan lebih dari 4.000 lembar panel kaca untuk meningkatkan pencahayaan alami. Garis-garis harmonis dan melengkung di Sky Corridor dan Sightseeing Deck di atap menggemakan deburan ombak laut di pelabuhan.Tidak hanya itu saja — di dalam stasiun, kamu dapat menemukan karya seni berskala besar yang berlimpah dari seniman Asia, mulai dari instalasi flora alami oleh seniman kontemporer Tiongkok Qiu Zhijie hingga ode visual bertabur lampu neon ke jalan-jalan Hong Kong oleh desainer grafis Javin Mo.
Selesai pada tahun 2019, Xiqu Center adalah tempat khusus untuk melestarikan dan mempromosikan seni opera Tiongkok.Meskipun sangat kontemporer, Xiqu Center juga memadukan seni tradisional untuk mencerminkan sifat seni yang selalu berkembang. Kamu juga dapat bergabung dengan Xiqu Center Guided Tour untuk mempelajari ciri-ciri arsitektur dan desain, serta menemukan kisah menarik di balik bentuk seni tradisional. Jadwalkan kunjungan kamu ke salah satu dari berbagai acara dan festival musiman Xiqu Centre untuk pengalaman yang menyeluruh!

2. Kerajinan Tangan Warisan Budaya Lokal

West Kowloon adalah pusat banyak pengrajin ahli pada saat itu, beberapa di antaranya bertahan bahkan sampai sekarang. Kamu pasti masih bisa melihat pengrajin tua mengerjakan peralatan tembaga dengan tangan mereka dan menjaga kerajinan yang terlupakan tetap hidup di samping toko serba ada dan toko merek barang mewah.

Saksikan para master yang tekun mengerjakan kerajinan tradisional mereka dengan tangan yang cekatan; dan kunjungi penjahit terampil, pembuat mahjong, dan penjual batu giok untuk melihat karya mereka, yang lahir dari pengalaman puluhan tahun. Kamu juga dapat mencoba belajar membuat hasil karya sendiri melalui workshop yang diselenggarakan oleh para master .

Berikut beberapa di antaranya :

Berlokasi di Shanghai Street, toko Man Kee Chopping Board sudah ada selama lebih dari 65 tahun, menjajakan talenan tebal yang disukai oleh restoran, penjual daging, dan toko daging panggang. Man Kee juga menjual berbagai peralatan dapur selain talenan untuk mengikuti perkembangan zaman.
Di Ming Sang Steel Bamboo Receptacle kamu dapat menjumpai kukusan bambu yang biasa digunakan untuk dim sum dalam berbagai bentuk dan ukuran. Pemilik toko, Master Lui Ming yang berusia lebih dari 90 tahun — mulai membuat kukusan bambu handmade ketika dia berusia 32 tahun dan masih membuat beberapa hingga sekarang. Dia memelopori penggunaan pelek baja yang digabungkan dengan kukusan bambu, dan menghasilkan produk tahan lama yang telah mendapatkan popularitas luas di restoran Tiongkok di seluruh dunia.
Dibuka pada tahun 1920-an, toko baju pengantin Tiongkok Koon Nam Wah khusus menjual gaun dan jaket bordir rumit, sering kali bermotif naga dan phoenix — motif agung yang disukai oleh kaisar dan pengantin Tiongkok, juga merupakan lambang keberuntungan. Pembuatannya menggunakan benang emas dan perak, polanya dijahit dengan cermat dengan tangan selama berminggu-minggu hingga satu tahun penuh. Banyak selebriti lokal telah meminta bantuan busana dari penjahit ahli toko, termasuk aktris dan diva Liza Wang dan penyanyi opera Law Kar-ying.
Shanghai Baoxing Qipao di mana Master Yan dengan sabar membuat qipao dan jaket katun Cina, dan telah melakukannya selama lebih dari 65 tahun. Semua karya Master Yan dibuat berdasarkan ukuran pemesannya, jadi jangan berharap untuk membeli stok siap pakai dari tokonya. Dia telah membuat qipao untuk kontestan Miss Hong Kong serta selebriti seperti Anita Mui, Maggie Cheung, dan Michelle Yeoh. Master Yan juga bertanggung jawab atas banyak pakaian aktris dalam film Wong Kar-wai. Untuk melestarikan bagian tak ternilai dari sejarah Tiongkok ini, Master Yan mengadakan kelas dengan siswa mode dan desain tentang seni pembuatan qipao.

Mau ke destinasi ini?

Dapatkan discount liburan hingga Rp 1 Juta*

3. Seni dalam Panorama

West Kowloon adalah rumah bagi West Kowloon Cultural District (WKCD), kawasan budaya terbaru dan terbesar di Hong Kong. Dengan fasilitas museum tercanggih, arsitektur pemenang penghargaan, Palace Museum yang akan diresmikan pada pertengahan 2022, dan kekayaan kerajinan tradisional yang tersembunyi di Jordan dan Yau Ma Tei, kawasan ini sangat cocok disebut sebagai pusat seni Internasional Hong Kong.

Ada perpaduan live music, film indie, opera Tiongkok, seni yang diakui dunia internasional, hingga  creator lokal. Dengan latar belakang cakrawala Hong Kong yang memukau, kamu akan disuguhi berbagai sudut pandang ke salah satu pemandangan paling ikonik — yang juga merupakan tempat sempurna untuk menyaksikan matahari terbenam yang spektakuler.

Berikut rekomendasi tempatnya :

Tepat di tengah area West Kowloon Cultural District terdapat Freespace, pusat pertunjukan kontemporer terbaru di Hong Kong. Ini adalah ruang serbaguna untuk mendorong batas artistik dan mempromosikan pertukaran kreativitas. Freespace terdiri dari The Box, The Room, dan The Studio. The Box adalah teater kotak hitam terbesar di Hong Kong, tempat yang sempurna untuk produksi dan acara eksperimental. Sedangkan The Room dan The Studio merupakan tempat serbaguna yang digunakan untuk segala aktivitas mulai dari workshop hingga pameran. Jika kamu berminat untuk merasakan seni dengan cara baru, ini harus menjadi tujuan kamu. Di bar terdekat, kamu dapat menikmati minuman, snacks dan pertunjukan live music.
FAM menggabungkan pengalaman budaya dengan santapan Cina kontemporer menjadi satu perpaduan yang kuat. Nikmati suasana Art Deco yang menyenangkan di restoran terbuka dengan instalasi seni ringan ini, dan interior yang ditata apik dengan banyak sinar matahari dan warna-warna yang akan membuat kamu memiliki banyak foto untuk Instagram kamu. Dari FAM juga dapat menikmati pemandangan 180 derajat yang luar biasa dari Pelabuhan Victoria, sambil bersantap di luar ruangan.

Setelah makan di FAM, bersantai sejenak di Art Park and waterfront promenade, yang membentang di sepanjang Pelabuhan Victoria. Menikmati area terbuka dengan pepohonan, tanaman, dan lapangan rumput hijau — sempurna untuk piknik.

Hamparan ruang publik yang panjang ini sangat populer di kalangan pelari, dan merupakan lokasi yang bagus untuk fotografi matahari terbenam dan pelabuhan, dengan pemandangan cakrawala lanskap kota terbaik di dunia.

Terletak di lantai 100 gedung International Commerce Center (ICC), sky100 adalah dek observasi yang tiada duanya di Hong Kong. Meskipun lantai 100 bukanlah yang tertinggi yang dapat kamu tuju di ICC, tetapi sky100 menawarkan pemandangan panorama 360 derajat Hong Kong yang menakjubkan dari perspektif yang sangat tinggi. Selain pemandangan memukau yang membentang di Pulau Hong Kong, Kowloon, dan sekitarnya, ada juga atraksi lain seperti pameran multimedia interaktif, pos realitas virtual, dan pengambilan foto AR.
4. Berbagai bentuk Urban Art di West Kowloon

Kalau kamu tertarik dengan seni jalanan atau street art, maka West Kowloon merupakan pilihan yang tepat untuk mengagumi berbagai bentuk seni yang memenuhi bangunan-bangunannya.Di lorong-lorong area ini, kamu akan seperti dibawa ke dalam galeri perkotaan, dan akan menemukan seni yang indah di tempat-tempat yang terlihat biasa.
PICKY berada di dalam Tung Nam Lou Hotel, sebuah bangunan warisan yang diubah menjadi hotel seni butik. Masuk melalui pintu merah yang megah dan naik ke tingkat kelima, di mana kamu dapat menikmati teh atau kopi dikelilingi oleh karya seni dan dekorasi masa lalu. Jelajahi teras untuk melihat pemandangan bangunan tong lau tua di sekelilingnya.Untuk menjelajahi hotel lebih jauh, kamu bisa membeli Art Explorer Day Pass, yang memberi kamu akses ke semua ruang seni dan aktivitas yang berbeda di dalam hotel, termasuk pameran, koleksi barang antik, dan workshop.
Di sudut Reclamation Street, di antara kerumunan usaha kecil dan toko bahan makanan, terdapat Vision Signage Production. Terlepas dari penampilannya yang sederhana, pelanggan tetap pemilik Mr. Sin mencakup banyak studio film lokal dan internasional — kamu dapat melihat properti filmnya di lebih dari 90 persen film yang diproduksi di Hong Kong!Sebagai penghargaan untuk industri yang memudar, sebuah badan amal lokal memberikan sebuah lukisan mural di jendela tokonya, menampilkan Mr. Sin di tempat kerjanya dengan peralatan yang digunakan. Kunjungi sebelum atau sesudah jam buka untuk melihat mural ini. Lalu lanjutkan ke arah utara dan temukan beberapa mural lainnya di sepanjang  Reclamation dan Shanghai Street.
Mampirlah ke Mido Cafe untuk menikmati makanan tradisional Hong Kong cha chaan teng. Interior sederhana mereka tetap sama sejak dibuka pada tahun 1950, terdiri dari sisa-sisa klasik lanskap industri baru Hong Kong pada masa itu.Lantai mosaik, kipas kuno yang bergantung di langit-langit, dan meja kayu retro menawarkan banyak latar belakang bagi pembuat film dan iklan, serta untuk kelompok seni pertunjukan seperti Hong Kong Ballet. Di dinding tepat di luar pintu masuk terdapat mural yang menggambarkan suasana makan di kafe, milik ilustrator lokal.
Terletak di dalam Hotel Stage, butik minimalis ini menampilkan instalasi seni dan kerajinan lokal. Di lantai basemen terbagi menjadi tiga bagian — ruang galeri, bar wine, dan toko buku seni.Ruang galeri menampilkan karya seniman lokal dan internasional, juga seniman pertunjukan. Toko buku kontemporer di sini menjual buku sejarah lingkungan, pengrajin, dan informasi sejarah menarik lainnya yang bisa dijadikan suvenir.
5. Cita Rasa Lokal yang Lezat

Jika mencicipi cita rasa lokal adalah keharusan untuk kamu ketika menjelajahi tempat-tempat baru, maka West Kowloon tempat yang tepat. Dari manisan tradisional dan makanan penutup hingga mi buatan tangan dan makanan yang diawetkan dan bisa dibawa pulang untuk suvenir. Ikuti panduan yang menyajikan irisan sejarah lingkungan West Kowloon melalui beberapa rasa yang tidak dapat dilewatkan.Berikut beberapa di antaranya:
Mulailah tur jalan kaki ini di toko sederhana yang berjarak satu blok dari Teater Yau Ma Tei. Didirikan pada tahun 1946, Kam Hing adalah andalan dalam bisnis F&B yang berkembang pesat di kota ini, memasok lebih dari 600 restoran serta jaringan hotel terkenal dunia di Hong Kong dengan mie mereka. Bisnis keluarga generasi ketiga ini, dijalankan oleh duo ayah dan anak keluarga Fung. Sekarang menjual sekitar 50 jenis mi yang berbeda, disajikan baik yang baru dibuat atau yang sudah dikemas untuk kemudahan penyimpanan.
Ketika di Ferry Point, yang harus dikunjungi adalah Tim Kee French Sandwiches, toko ini telah menjual bánh mì Vietnam yang baru dipanggang sejak tahun 1970-an. Mampirlah ke Sai Kwan Lo Jo untuk menikmati sajian fusion Hong Kong yang menarik, dan secangkir kopi di Good Day Coffee.Dessert Hero menjual dessert jadul sementara Kactus Koffee menyajikan pilihan yang lebih modern, mulai dari blueberry cream cheese croffles hingga strawberry tiramisu. Jika makanan yang dipanggang lebih cocok untuk kamu, pergilah ke Good Neighbor Cake Shop untuk menikmati Swiss roll tradisional Hong Kong dalam berbagai rasa.
Toko rempah-rempah ini telah beroperasi di Hong Kong selama lebih dari satu abad, dan mempertahankan kemasan dan desain kunonya. Di sinilah kamu dapat membeli pasta kari ala Hong Kong, minyak cabai, dan berbagai jenis lada, untuk membawa pulang cita rasa cha chaan teng yang terkenal dari Hong Kong.
Selain kuliner yang bisa langsung dicicipi, kamu pasti ingin membawa pulang beberapa pengingat wisata kuliner kamu.  Toko Tahu Fermentasi Liu Ma Kee ini terkenal karena membuat produk kacang menggunakan metode tradisional dan mengikuti resep keluarga yang dijaga ketat. Selama lebih dari 100 tahun, toko ini telah menjual tahu yang diawetkan kepada warga Hong Kong. Pembuatannya pun masih menggunakan penggilingan batu tradisional untuk menggiling kacang kedelai

Wisata Kuliner, Yuk?

Dapatkan discount liburan hingga Rp 1 Juta*
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments